Tasril Mulyadi, lebih akrab disapa Iriel berpengalaman lebih dari 10 tahun bekerja dalam bidang Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Memiliki latar belakang Pendidikan Geografi dan memulai karier di tahun 2006 sebagai volunteer pada Program  Bidang Edukasi COREMAP LIPI (Coral Reef Rehabilitation Management Program). Ditahun 2007-2011 menjadi tenaga profesional pada Program Community Preparedness Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ia menimba banyak ilmu dan pengalaman selama bekerja di LIPI bersama para peniliti kebumian dan Ilmu kependudukan, melakukan kegiatan riset dan  sosialisasi hasil-hasil penelitian kebencanaan. Selama di LIPI, Iriel membidangi Program Sekolah Siaga Bencana (SSB). Keahliannya menjadi trainer, fasilitator dan narasumber untuk Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis sekolah menjadikan ia terlibat bersama dengan UNESCO menerapkan SSB di Banda Aceh (2009) dan Maumere (2011). Project internasional yang diikuti diantaranya Master Trainer of Training of Trainers NDMD and Stakeholders “Promotion and socialization of tsunami awareness and preparedness materials adapted for Timor Leste (Dili-Timor Leste, 2011). Iriel juga aktif pada fase awal pembentukan Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) dan aktif melakukan kegiatan sosialisasi/roadshow pengarusutamaan Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana di beberapa daerah.

Iriel bersama beberapa rekan yang sempat berkiprah di LIPI  mendirikan perusahaan kreatif di bidang desain grafis dan videografi bernama Box Breaker. Berbekal pengalaman sebagai fasilitator, membantu ia dalam memfasilitasi proses diskusi bersama Client dalam penyusunan, penyiapan materi, penelusuran data, pembuatan  konsep hingga menghasilkan ide pengemasan produk akhir yang sesuai dengan kebutuhan. Memiliki keahlian sebagai Content Development Specialist dalam mengembangkan materi-materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) untuk isu manajemen bencana, mitigasi adaptasi perubahan iklim dan isu terkait lingkungan hidup. Project yang pernah dikerjakan antara lain; Perencanaan Kegiatan Penggerak Energi Tanah Air dalam Rangka Penyebarluasan Informasi dan Sosialisasi Konservasi Energi (Dirjen EBTKE, Kementerian ESDM), Pembuatan Modul Pramuka Hemat Energi (ESP3, Danida Denmark), Pembuatan Infografis Data Riset Kerentanan Iklim DAS Ciliwung (PMI, American Red cross).

Bermodal pengalaman dan keahlian yang ia miliki, saat ini Iriel bekerja untuk Direktorat Kesiapsiagaan, Deputi Bidang Pencegahaan dan Kesiapsiagaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Leave a Reply